Blog Ety nur setianingsih XIipa2

Pages

  • Beranda

Blog Archive

  • ▼  2013 (4)
    • ▼  November (1)
      • PAHLAWAN SAMPAH
    • ►  Oktober (3)
      • Kegiatan Bulan Bahasa Di SMAN 1Belitang
      • Pendidikan Karakter Sebagai Pondasi Kesuksesan Per...
      • Posting Pertama

About Me

Unknown
Lihat profil lengkapku
etynursetianingsih. Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Unknown
Lihat profil lengkapku

Blog Archive

  • ▼  2013 (4)
    • ▼  November (1)
      • PAHLAWAN SAMPAH
    • ►  Oktober (3)
      • Kegiatan Bulan Bahasa Di SMAN 1Belitang
      • Pendidikan Karakter Sebagai Pondasi Kesuksesan Per...
      • Posting Pertama

Followers

Selasa, 19 November 2013

PAHLAWAN SAMPAH

PAHLAWAN SAMPAH
Post by : Ety nur setianingsih
18 November 2013




10 November merupakan  hari pahlawan.Pahlawan bukan hanya pejuang yang merebut dan mempertahan kan “Kemerdekaan” siapa pahlawan masa kini?Kali ini saya mengambil sosok pahlawan masa kini yaitu seorang penyapu jalan.
Ia bernama ibu Sukarni.Ia berumur 34 tahun.Suami ibu sukarni adalah seorang petani.Mereka memiliki tiga orang anak.Anak yang pertama lulusan SMP,anak kedua nya kini telah duduk di bangku sekolah menengah pertama yaitu kales 9,dan anak nya yang terakhir masih duduk di kelas 6 SD.Ibu Sukarni adalah seorang penyapu jalanan,yang yang bekerja di Oku Timur lebih tepat nya di Gumawang.


Ibu sukarni berujar ia telah mengeluti pekerjaan ini sejak bulan Januari tahun 2013 yang lalu.ia mengaaku tidak tau harus bekerja apa lagi “saya hanya lulusan SD”ujar ibu Sukarni.Penghasilan ibu Sukarni Rp.500.000/bulan nya.penghasilan tersebut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nya.”cukup tidak cukup ya di cukup-cukup in ”ujar ibu sukarni.

Menurut saya beliau adalah pahlawan masa kini.beliau telah berjasa membersih kan dengan penghasilan yang minim,namun beliau tetap melaksanakan pekerjaan tersebut dengan ikhlas.




 Ia berangkat bekerja pukul 11.30 Wib dan pulang puku 01.00 Wib,bagi ibu Sukarni.hujan dan panas nya terik matahari,serta bau yang menyengat sampah-sampah tersebut, merupakan hal yang biasa dan tidak di hiraukan lagi.Bahkan ia tak menghiraukan keselamatan nya,karena pada saat ia menyapu di pinggir jalan banyak kendaraan yang melintas.tentu saja hal tersebut sangat berbahaya.ia nampak sibuk menyapu dan mengumpul kan daun-daun dan sampah yang berserakan.dan memindah nya di tempat-tempat sampah yamg telah tersedia di pinggir jalan.agar nanti truk sampah dapat langsung mengangkut sampah-sampah tersebut.agar jalan dan pasar menjadi lebih bersih.dan nyaman untuk dilihat dan untuk ber aktivitas.



Teman-teman,pahlawan masa kini bukan hanya pejuang yang merebut dan mempertahan kan kemerdekaan atau pun mereka yang memiliki jabatan atau pun gelar pendidikan yang tinggi,namun profesi penyapu jalanan pun juga pantas di sebut sebagai pahlawan,karena berkat jasa mereka jalanan menjadi bersih.
Semoga bermanfaatt........:)



Diposting oleh Unknown di 01.55 44 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Selasa, 29 Oktober 2013

Kegiatan Bulan Bahasa Di SMAN 1Belitang


Kemeriahan Lomba Bulan Bahasa di SMA Negeri 1 Belitang

Posted by : Ety NurSetia Ningsih,selasa29 Oktober 2013
Assalamualaikum teman-teman….
Pada kesempatan kali ini saya ingin memostingkan kegiatan bulan bahasa di SMA Negeri 1 Belitang.Sebelum nya kalian tau gak makna dari bulan bahasa  Bulan bahasa itu apa?kita bahas sekilas ya tentang bulan bahasa tersebut….

Bulan Oktober dikenal sebagai Bulan Bahasa. Disebut demikian, karena pada bulan tersebut terjadi peristiwa Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Dalam peristiwa itu, para pemuda dari berbagai daerah mengikrarkan Bahasa Indonesia lahir pada tanggal 28 Oktober 1928. pada saat itu berikrar, (1) bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia, (2) berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan (3) menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ikrar para pemuda ini dikenal dengan nama Sumpah Pemuda. Atas dasar itu, barangkali bulan Oktober dikenal sebagai Bulan Bahasa.

Nah itulah  sejarah kenapa tgl 28 oktober di peringati sbg bulan bahasa,berikut adalah foto-foto yang berhasil saya abadikan,dari acara bulan bahasa di SMANSABEL:
 

#persiapan bulan bahasa
 










Diposting oleh Unknown di 03.16 16 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Sabtu, 05 Oktober 2013

Pendidikan Karakter Sebagai Pondasi Kesuksesan Peradaban Bangsa

Pendidikan karakter kini memang menjadi isu utama pendidikan, selain menjadi bagian dari proses pembentukan akhlak anak bangsa, pendidikan karakter ini pun diharapkan mampu menjadi pondasi utama dalam mensukseskan Indonesia Emas 2025. Di lingkungan Kemdiknas sendiri, pendidikan karakter menjadi fokus pendidikan di seluruh jenjang pendidikan yang dibinannya. Tidak kecuali di pendidikan tinggi, pendidikan karakter pun mendapatkan perhatian yang cukup besar, kemarin (1/06) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengadakan Rembuk Nasioanal dengan  tema “ Membangun Karakter Bangsa dengan Berwawasan Kebangsaan”. Acara yang digelar di Balai Pertemuan UPI ini, dibidani oleh Pusat Kajian Nasional Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan UPI.
Selain Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Prof.dr.Fasli Jalal, Ph.D, hadir pula menjadi pembicara seperti Prof.Dr.Mahfud,MD,SH, SU. Prof.Dr.Jimly Asshiddiqie, SH. Prof.Dr.Djohermansyah Djohan, M.A. Prof.Dr.H.Sunaryo Kartadinata,M.Pd. Prof.Dr.H.Dadan Wildan, M.Hum dan Drs. Yadi Ruyadi, M.si.
Wamendiknas dalam acara ini mengungkapkan arti penting pendidikan karakter bagi bangsa dan negara, beliau pun menjelaskan bahwa pendidikan karakter sangat erat dan dilatar belakangi oleh keinginan mewujudkan konsensus nasional yang berparadigma Pancasila dan UUD 1945. Konsensus tersebut selanjutnya diperjelas melalui UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang berbunyi “ Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokrasi serta bertanggung jawab.”
Dari bunyi pasal tersebut, Wamendiknas mengungkapkan bahwa telah terdapat 5 dari 8 potensi peserta didik yang implementasinya sangat lekat dengan tujuan pembentukan pendidikan karakter. Kelekatan inilah yang menjadi dasar hukum begitu pentingnya pelaksanaan pendidikan karakter.
Wamendiknas pun mengatakan bahwa, pada dasarnya pembentukan karakter itu dimulai dari fitrah yang diberikan Ilahi, yang kemudian membentuk jati diri dan prilaku. Dalam prosesnya sendiri fitrah Ilahi ini dangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, sehingga lingkungan memilki peranan yang cukup besar dalam membentuk jati diri dan prilaku.
Oleh karena itu Wamendiknas mengatakan bahwasanya sekolah sebagai bagian dari lingkungan memiliki peranan yang sangat penting. Wamendiknas menganjurkan agar setiap sekolah dan seluruh lembaga pendidikan memiliki school culture , dimana setiap sekolah memilih pendisiplinan dan kebiasaan mengenai karakter yang akan dibentuk. Lebih lanjut Wamendiknas pun berpesan, agar para pemimpin dan pendidik lembaga pendidikan tersebut dapat mampu memberikan suri teladan mengenai karakter tersebut.
Wamendiknas juga mengatakan bahwa hendaknya pendidikan karakter ini tidak dijadikan kurikulum yang baku, melainkan dibiasakan melalui proses pembelajaran. Selain itu mengenai sarana-prasaran, pendidikan karakter ini tidak memiliki sarana-prasarana yang istimewa, karena yang diperlukan adalah proses penyadaran dan pembiasaan.
Prihal pengembangannya sendiri, Wamendiknas melihat bahwa kearifan lokal dan pendidikan di pesantern dapat dijadikan bahan rujukan mengenai pengembangan pendidikan karakter, mengingat ruang lingkup pendidikan karakter sendiri ssangatlah luas.
Sehari sebelum acara yang digelar di UPI ini ( 31/05), di Ruang Rapat Komisi X, DPR-RI, diadakan Rapat Kerja yang membahas pendidikan karakter. Hadir dirapat tersebut selain 25 anggota fraksi, adalah Menkokesra, Mendiknas, Menag, Menbudpar, Menpora, Wamendiknas, Perwakilan Kementerian Dalam Negeri, serta para pejabat eselon 1 kementerian terkait.
Dalam Rapat Kerja tersebut dibahas mengenai kesiapan masing-masing kementerian mengenai pendidikan karakter tersebut. Menkokesra sebagai koordinator perumus pendidikan karakter ini menyebutkan bahwa setiap kementerian yang terikat memiliki program-program berencana mengenai pendidikan karakter yang nantinya diajukan sebagai bahan untuk mengagas lahirnya Keppres mengenai pendidikan karakter. Menkokesra pun menyebutkan bahwa nantinya pendidikan karakter ini akan dijadikan aksi bersama dalam pelaksanaannya.
Para anggota fraksi pun melihat pendidikan karakter ini sangat penting dalam membentuk akhlak dan paradigma masyarakat Indonesia. Semoga pendidikan karakter ini tidak hanya menjadi proses pencarian watak bangsa saja, melainkan sebagai corong utama titik balik kesuksesan peradaban bangsa.

sumber : http://biologiekspo.blogspot.com/2011/07/pendidikan-karakter-sebagai-pondasi.html

Diposting oleh Unknown di 04.20 62 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Kamis, 03 Oktober 2013

Posting Pertama

Selamat Datang Di Blok Saya :
Nama        : Ety Nur Setianingsih
Kelas        : XI IPA 2
No.absen  : 19
E-mail       : etynursetianingsih@gmail.com

Diposting oleh Unknown di 21.34 12 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Postingan Lebih Baru
Langganan: Komentar (Atom)
@ 2011 Blog Ety nur setianingsih XIipa2; Many thanks to: Blogger Templates / blog Design Company / SEO / free template Blog